Sabtu, 21 Desember 2019

Teruntuk Wanita Terhebat

Terimakasih telah membesarkan.
Terimakasih untuk setiap kasih yang selalu kau curahkan.
Terimakasih untuk setiap sayang yang selalu kau berikan. 
Terimakasih untuk setiap do'a yang selalu mengiringi langkah perjalanan. 

Semuanya, tak lepas dari mu.
Wanita yang paling indah. 
Selalu bisa menutupi kesedihan untuk tetap memberikan kenyamanan. 
Banyak hal yang ku pelajari darimu. 
Tentang keikhlasan. 
Tentang kelembutan.
Dan juga tentang jiwa yang kuat. 

Malam ini aku begitu lemah.
Entah berapa banyak mutiara yang keluar dari mataku. 
Tahun yang begitu membuatku rapuh. 
Menahan semua rinduku bersatu. 

Kini Do'a lah yang menjadikan ku kuat. 
Sebab tak semua ingin bisa kudapat.
Dan kini semua harap kulangitkan dengan cermat. 
Aku yang merindukanmu tanpa kalimat.





Sabtu, 14 Desember 2019

Tumbuh dengan cara yang berbeda

Hening tanpa kata. 
Tak banyak cerita, hanya menyimpan semuanya. 
Diam seakan hilang.
Nyatanya ada peduli yang tak terbilang. 
Menjaga fitrah sebagai mana harusnya. 

Pahamilah, tak semua kata harus terucap. 
Cukup amati, siapa yang benar benar ada. 
Bukan sekedar mencuri perhatian sementara. 
Namun menjaga setiap ungkapan bersama Do'anya. 



Rabu, 20 Februari 2019

Pamit

Pamitku bukan untuk pergi seutuhnya.
Aku hanya perlu mengistirahatkan sebagian fikiranku.
Banyak hal yang melintas hingga sulit untuk aku mengatasinya.

Pamitku bukan untuk menjauh.
Aku hanya menyisihkan sebagian ruangku.
Semua masih tetaplah sama.
Separuh cerita masih tetap tentangmu.

Pamitku untuk belajar.
Belajar lebih memahami keadaan.
Belajar untuk tetap ada meski sebagian darimu telah tiada.
Belajar untuk tetap tinggal meski sebagian dirimu menginggalkan.

Aku pamit.
Ku serahkan semua kepada-Nya.
Karna kita sama sama tahu,hanya dia yang dapat menentukan arti dari kepamitanku ini.
Pamit untuk pergi , atau kah sekedar beristirahat biarlah jadi skenario-Nya.


Selasa, 29 Januari 2019

Akhir dari Pengharapan

Untuk apa kamu melakukannya?
Kalau bukan untuk dia.
Apa yang kamu harapkan?
Kalau bukan ridho dari nya.
Setiap hal yang kamu lakukan,
niatkan lah semata mata untuk mencari Ridho Allah SWT.
Apa yang kita inginkan terkadang datang dengan mudahnya.
Namun kembali lagi, apa tujuan utama kita dalam melakukannya?
Apa tujuan akhir dalam pencapaian kita?
Untuk siapa kita melakukannya?
Perjalanan yang indah adalah ketika niat sebanding dengan usaha.
Kegagalan adalah bumbu dari rasa kesuksesan.
Jalan yang berliku merupakan tolak ukur seberapa besar rasa keinginan kita dalam memperjuangkan suatu hal.
Melangkahlah perlahan dengan niat yang tulus dan ikhlas.
Mulailah bebenah jika itu yang terbaik bagimu.
Perlambatlah langkah ketika kamu mulai lelah,namun jangan berhenti.
Ada kalanya dimana niat akan tergoyahkan.
Tapi tujuan akhirlah yang akan kembali memberimu semangat.

Jumat, 04 Januari 2019

Sebagian rasa

Dahulu kita bertemu,namun tak saling menyapa.
Bahkan akupun tidak tahu siapa kamu.
Pertemuan singkat hanya menyisakan segaris senyuman.
Kemudian waktu memberikan ruang.
Namun kali ini bukan sekedar pertemuan,melainkan sebuah perkenalan.
Entahlah,aku pun bingung mengapa waktu sebecanda itu.
Lagi,lagi,dan lagi ia mempertemukan.
Dan kamu pun mempermainkan peranmu dengan baik.
Kamu dan waktu memberikan rahasia yang sulit untuk aku menebaknya.
Waktu yang mempertemukan dengan mudahnya.
Dan kamu yang melemparkan kalimat dengan santainya.
Tidak kah kamu tau? Setiap kalimat yang terlontar tersirat sebuah harapan?
Aku harap kamu menyadarinya.
Jika benar semua yang kamu katakan adalah sebuah ketulusan.
Semoga waktu membuktikannya.
Karna waktu pun ikut andil dalam semua ini.

Serpihan Harapan

  Kau begitu hebat.
Dapat masuk dan berdiam dengan mudahnya.
Jelas saja,aku baru mengenalmu.
Tapi semua terjadi seakan kaulah yang sejak lama menetap.
Namun aku sadar, apa yang harus aku banggakan dari pertemuan singkat ini?
Jika semua ini kebetulan, aku rasa ini adalah kebetulan yang memang seharusnya terjadi.

  Besar harapanku untuk terus berada didekatmu.
Fikiranku memaksakan agar bisa mengetahui kabarmu.
Namun sepertinya hati lebih memilih untuk memendam semua itu.
Diam bukan tidak merasakan.
Namun untuk terus menjaga.

  Dia yang aku cintai mengetahui betapa aku mencintaimu.
Maka dari itulah, tak sedikitpun aku takut ketika jarak memberikan jeda diantara kita.
Aku tahu Dia cemburu kala aku berada disisimu.
Untuk itu aku memilih menunggumu secara hening.
Agar aku tau, apa benar kaulah yang Dia hadirkan untuk menetap atau sekedar untuk menyapa saja.
Kupasrahkan semua pada waktu dan jarak.

Rabu, 02 Januari 2019

Teruntuk kamu yang sedang berjuang.

Jangan lupa libat kan allah selalu disetiap pekerjaanmu.
Jadikan setiap tugasmu sebagai jalan untuk mencari ridho-Nya.
Kamu yang mempertaruhkan tidur malammu.
Kamu yang sedang meguras fikiran untuk masa depan.
Semoga setiap usahamu berjalan sesuai yang kamu inginkan.
Tapi perlu kamu tahu, tidak ada jalan yang lurus begitu saja.
Setidaknya hambatan hambatan kecil,serta rintangan akan menghampiri.
Tetaplah jadikan kedisiplinan dan keteguhan hati sebagai bekal dalam melewati semuanya.
Dan terpenting, jangan lupakan doa.
Sebentar lagi,dunia luar akan merenggutmu.
Jarak hanya memberikan waktu sebentar untuk sekedar menyapa.
Semoga usaha dan kegigihan hati memberikanmu peluang dari setiap harapan dan cita citamu.