Kau begitu hebat.
Dapat masuk dan berdiam dengan mudahnya.
Jelas saja,aku baru mengenalmu.
Tapi semua terjadi seakan kaulah yang sejak lama menetap.
Namun aku sadar, apa yang harus aku banggakan dari pertemuan singkat ini?
Jika semua ini kebetulan, aku rasa ini adalah kebetulan yang memang seharusnya terjadi.
Besar harapanku untuk terus berada didekatmu.
Fikiranku memaksakan agar bisa mengetahui kabarmu.
Namun sepertinya hati lebih memilih untuk memendam semua itu.
Diam bukan tidak merasakan.
Namun untuk terus menjaga.
Dia yang aku cintai mengetahui betapa aku mencintaimu.
Maka dari itulah, tak sedikitpun aku takut ketika jarak memberikan jeda diantara kita.
Aku tahu Dia cemburu kala aku berada disisimu.
Untuk itu aku memilih menunggumu secara hening.
Agar aku tau, apa benar kaulah yang Dia hadirkan untuk menetap atau sekedar untuk menyapa saja.
Kupasrahkan semua pada waktu dan jarak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar